Tampilkan postingan dengan label By: ilalang kisah para sahabat Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label By: ilalang kisah para sahabat Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2007

Zaid bin Tsabit

Zaid bin Tsabit


Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari (612 - 637 (15 Hijriah)), (Bahasa Arab: زيد بن ثابت), atau yang lebih dikenal dengan nama Zaid bin Tsabit r.a., adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah SAW.

Zaid bin Tsabit telah tinggal bersamanya ketika ia berada di Madinah. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah Al Quran. Zaid bin Tsabit turut serta bersama Rasulullah SAW dalam perperangan Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Rasulullah SAW menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umaroh kepada Zaid bin Tsabit. Ketika Umaroh bertanya kepada Rasulullah SAW, ia berkata: "Al Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al Quran daripada engkau."

Kekuatan daya ingat Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat Rasulullah SAW, dan menjadikannya tokoh yang terkemuka diantara para sahabat lainnya. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa:

Rasulullah S.A.W. berkata kepadanya "Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani", kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari.

Zaid bin Tsabit juga diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.

Zaid ibn Tsabit adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan Al Quran pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Zaid bin Tsabit telah meriwayatkan sembilan puluh dua hadist Rasulullah SAW, lima daripadanya disepakati oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Selain itu Iman Bukhari juga meriwayatkan empat hadist yang lain bersumberkan dari Zaid ibn Tsabit, sementara Imam Muslim meriwayatkan satu hadist yang lain bersumberkan dari Zaid ibn Tsabit.

Zaid ibn Tsabit meninggal pada tahun 15 Hijriah.

Minggu, 02 Desember 2007

Abu Dzar Al-Gifari, Yang Pertama Kli Membacakan Syahadat di Hadapan kerumunan Kaum Kfir Mekkah


3. Abu Dzar Al-Gifari, Yang Pertama Kli Membacakan Syahadat di Hadapan kerumunan Kaum Kafir Mekkah
Dialah Abu Dzar Al-Ghifari, yang man aslinya Jundub bin Janadah, seorang pemuda dari Wilayah Ghifar yang terkenal paling tabahdla dalam perjalalan jarak jauh. Setelah ia menyatakan keIslamanya di hadapan Rasulullah, dengan gelora ketulusan ia merasa wajib menyampaikannya pada orang yang belum beriman akan kebenaran dua kalimat kesaksian atu kalimat Syahadat itu yang baru diucapkanya "Asyhaduanla ilahaillallah Waayhaduanna Muhammadan l-Rasulullah" Mka dikeroyoklah ia hinga babak belur, namun ia telah memperhitungkan sebelumnya dan ia relamenangung akibatnya.

Ia pun pergi sekali lagi ke Ka'bah, ketika melihat banyak Ibu-ibuyang sedang menyembah berhala, hatinya tidak tahan melihat kesyirikan itu, maka diceganya sambil mengatakan bahwa berhala-berhala itu tidak dapat mendatangkan manfaat apa-apa dan tidak patut disembah. Ibu-ibu itu menjerit dan banyak orang yang berdatangan dan sekali lagi dikeroyoknya hinga babak belur dan pingsan. Ketika ia bangun dan sudah mulai pulih lagi kesadaranya, apa yang diucapkanya? "Asyhaduanla ilahaillallah Waayhaduanna Muhammadan l-Rasulullah", Ketika hal itu diketahui oleh Rasulullah dinasihatilah agar ia tabah dan sabar serta meningkatkan kesabaranya dan pulang dulu ke kampung halamanya, sampai tibah saatnya bertemu kebali untuk mkenunaikan bakti.